Tempatnya berbagi Ilmu dan Hiburan

Tampilkan postingan dengan label teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teroris. Tampilkan semua postingan

Otak pengeboman bom klaten bethasil kabur

Terpidana teroris yang menjadi otak kelompok bom Klaten kabur dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Roki Aprisdianto alias Atok Prabowo kabur pada 6 November 2012 sekitar pukul 13.00 WIB saat sekitar 23 orang datang menjenguk para narapidana di rumah tahanan tersebut. "Dia kabur dengan mengenakan cadar," kata juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Boy Rafli dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 7 November 2012.

Polisi belum mengetahui asal  pakaian yang digunakan Roki melarikan diri. Dugaan sementara hingga saat ini, Roki bertukar pakaian atau dibawakan pakaian cadar dari penjenguk lalu keluar secara bersama dalam rombongan.

Boy enggan memaparkan secara detil penyebab terpidana penjara enam tahun tersebut dapat lolos dari penjagaan petugas. Ia menyatakan, Roki ditahan di lantai IV Rutan Polda dan dilengkapi dengan kamera pemantau CCTV. "Pengunjung jumlahnya cukup banyak, semua masih diperiksa," kata Boy.

Menurut Boy, Roki sudah menerima vonis pada 2011, dan sudah menjalani masa hukuman di Rutan Polda Metro selama enam bulan sejak awal 2012. Roki sendiri masih berada di Rutan Polda karena menunggu keputusan Jaksa Penuntut Umum untuk tempat pelaksanaan hukuman bagi perancang peledakan bom di gereja dan masjid di Klaten ini. "Masih menunggu untuk ke Nusakambangan," kata Boy.

Roki divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Desember 2011. Ia telah terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 15 junto pasal 9 Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Putusan majelis hakim, lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum selama delapan tahun penjara.

Roki dinyatakan sebagai pemimpin kelompok teroris yang meledakkan bom di beberapa tempat di Klaten pada November hingga Desember 2010. Kelompok ini menyebar bom rakitan yang meledakkan tiga pos polisi, dua buah gereja, dan sebuah masjid untuk menyebar fitnah di masyarakat.


Gawat, teroris di indonesia sudah mulai menanam ranjau di pegunungan

Upaya polisi mengejar kawanan teroris di kawasan Gunung Biru, Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah, menemui banyak kendala. Selain medan yang sulit, keselamatan polisi juga terancam karena banyaknya bom-bom ranjau yang sengaja ditanam kawanan teroris.

"Patut diduga mereka menanam bom ranjau itu dengan tujuan mencelakakan petugas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, di Jakarta pada Selasa 30 Oktober 2012.

Menurut Boy, jangan sampai ada warga setempat yang berjalan ke Gunung Biru, karena dikhawatirkan akan celaka karena ancaman bom ranjau. Polisi menduga, pemasangan bom ranjau di kawasan itu agar keberadaan kelompoknya tidak diketahui.

"Jadi upaya-upaya itu dilakukan termasuk mau mencelakaan. Informasinya, mereka masih di atas Gunung Biru. Jumlah mereka diperkirakan belasan, tidak besar," tegas Boy.

Boy menjelaskan, kelompok ini sangat mengenal medan Gunung Biru, karena mereka kerap melakukan aktivitas di lokasi yang juga tempat ditemukannya dua anggota polisi yang tewas terbunuh.

Boy melanjutkan, kelompok ini masih memiliki kaitan dengan 11 tersangka yang dibekuk di beberapa tempat. Saat ini semua tersangka teroris itu sudah dibawa ke Jakarta. "Inilah yang masih terus ditingkatkan penyelidikannya. Dari mana kelompok Abu Hanifah cs ini," kata Boy.

Halaman Rumah

Sebelumnya, polisi menemukan satu rangkaian bom yang diduga memiliki daya ledak besar di Poso, Sulawesi Tengah. Bom yang diperkirakan memiliki berat sekitar 10 kilogram itu dilengkapi dengan gotri-gotri, besi beton, dan memakai baterai 12 volt.

"Ditemukan tertanam di halaman rumah warga," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi Soemarno, Senin 29 Oktober 2012.

Bom itu dibungkus dalam rantang plastik ukuran 20 centimeter. Bom itu sebenarnya ditemukan sejak Minggu kemarin 28 Oktober 2012, sekitar pukul sembilan pagi waktu setempat. Bom berdaya ledak dahsyat itu ditemukan di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso. Lokasinya berada di pesisir Kabupaten Poso.


Template By Fahmi Setiawan , Di Publish By Eckoo dan Yanzen