SINGAPURA - Harga komoditas minyak mentah masih terseret kekhawatiran memburuknya ekonomi global dan adanya kendala pipa minyak Kanada ke Amerika Serikat (AS). Di Eropa, kehawatiran bailout Spanyol juga masih membuat harga komoditas melemah.
Minyak mentah Brent pengiriman Desember turun USD2,28 dan menetap di USD110,14 per barel. Patokan internasional diperdagangkan di USD113,27 atau berada tepat di bawah rata-rata 50 hari di USD113,33 per barel. Sedangkan minyak mentah asal AS kehilangan USD2,05 di USD90,05 per barel.
Di samping itu, harga bensin dan minyak pemanas berjangka juga turun 1,6 persen dan 1,4 persen, didukung oleh kekhawatiran terhadap harga minyak mentah akibat langkanya pasokan.
"Karena pasokan minyak AS cukup, tiga hari kemarin pasar tidak bullish. Jika mereka mengumumkan penundaan, saat itulah pasar akan mulai mendapatkan pergerakannya kembali," ujar analis di Tradition Energy Gene Mc Gillian, seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/10/2012).
Stok minyak AS memang aman berada 11 persen di atas stoknya tahun lalu. Namun, tekanan harga minyak ada pada data laporan penjualan rumah September yang turun dibandingkan dua tahun terakhir.
Secara umum, di pasar, minyak mentah telah memperbaiki keseimbangannya, sehingga harga minyak Brent premium terhadap minyak AS menjadi USD20 per barel.
Sebagai informasi, selama sepekan lalu, Brent turun USD 4.48, atau 3,9 persen, sementara minyak mentah AS naik USD1,81 atau 1,9 persen.
0 komentar:
Posting Komentar