Tempatnya berbagi Ilmu dan Hiburan

Tampilkan postingan dengan label tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tewas. Tampilkan semua postingan

PRIA INI TEWAS KARNA MAIN GAME SEMALAMAN SUNTUK

Seorang pria asal Thailand yang gemar bermain video game, diketahui meninggal di dalam kamarnya. Pria berusia 24 tahun ini tersungkur tak berdaya, tepat di depan meja komputernya.

Dilansir Emirates247, Minggu (25/11/2012), polisi di negara setempat mengatakan, pecandu video game ini meninggal di depan komputer miliknya, setelah ia bermain game sepanjang malam. Pria ini ditemukan tak bernyawa dalam posisi masih terduduk dalam kamarnya di provinsi Samut Songkhram, sebelah barat daya Bangkok.

"Dia kecanduan game. Dia hampir tidak pergi ke tempat tidur dan terus bermain game komputer dari malam hingga pagi hari," ujar polisi, Chaichana Boonrod. Ia mengatakan, tubuh pria itu akan diautopsi untuk menentukan penyebab kematiannya.

Peristiwa kematian akibat bermain game ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, remaja berusia 18 tahun di Taiwan meninggal lantaran bermain game online tanpa henti selama 40 jam.

Remaja tersebut diketahui bernama Chuang. Ia bermain game online Diablo III hampir dua hari berturut-turut tanpa henti dan tanpa makan di sebuah kafe internet, wilayah Tainan, Taiwan selatan.

Menurut laporan United Daily News, pada 15 Juli di pagi hari, seorang petugas kafe internet mencoba masuk dan mendekati Chuang. Mereka menemukan remaja itu sedang beristirahat di atas meja.

Ketika petugas berupaya membangunkannya, ia berdiri lalu berjalan beberapa langkah kemudian pingsan seketika. Remaja itu akhirnya dibawa ke rumah sakit dan diketahui meninggal setelah tiba di rumah sakit lokal setempat.

Petugas menuturkan, bermain game hingga puluhan jam ini akan menyebabkan masalah atau gangguan pada pembuluh darah dan jantung. Kasus tersebut merupakan kematian kedua yang terjadi di Taiwan pada tahun ini akibat bermain video game dalam durasi waktu hingga berjam-jam.
sumber

Ya Ampuun, Nyetir Sambil Online Jadi Penyumbang Kematian Terbesar di Amerika

State Farm Insurance Automobile Reksa dalam laporan terbarunya menunjukkan bahwa 48 persen anak-anak muda berusia 18-30 tahun senang mengaplikasikan internet saat mengemudi.

Akibatnya, jalanan menjadi penyumbang terbesar dalam kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian para pengemudi. Pada 2010,  sebanyak 3.092 kasus kematian sia-sia akibat kecelakaan di jalanan, dan 400 ribu mengalami luka-luka.

Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray LaHood mengatakan,  dari 2010 sampai sekarang jumlah kecelakaan di jalan telah meningkat. Hal itu disebabkan semakin luasnya perangkat internet mobile, terutama smartphone yang sangat popular di kalangan remaja dan anak-anak muda.

Terlebih, peningkatan smartphone dan gadget di tahun 2011 telah mengalami peningkatan penjualan iPhone Apple sebesar 81 persen atau meningkat menjadi 72 juta unit dibandingkan dengan 2010.

Bahkan, survei State Farm yang dibuat pada Juli lalu, menunjukkan bahwa pengendara yang aktif di media sosial juga mengalami peningkatan dari 21 persen pada 2011 menjadi 36 persen pada 2012 ini, terutama dilakukan oleh anak-anak muda dan para remaja berusia 18 hingga 30 tahun.

Kasus ini tentu saja menjadi perhatian Departemen Perhubungan AS, di mana lembaga plat merah itu dalam dua tahun terakhir terus mencari solusi, bagaimana mencari perangkat lain yang bisa menggantikan penggunaan ponsel saat mengemudi.

Selain juga, meminta Dewan Transportasi Nasional untuk menggalakkan larangan penggunaan ponsel genggam saat berkendara. “Upaya itu diharapkan mendapat dukungan dari seluruh 50 negara bagian, bagaimana betapa berbahayanya menggunakan ponsel saat berkendara,” kata Direktur Riset Teknologi di State Farm Chris Mullen, seperti dikutip inautonews, Kamis
sumber

Model sexy ini tewas karna kebanyakan sedot lemak

Model seksi Brasil, Pamela Nascimento terkenal dengan wajah cantik, tubuh seksi dan juga senyum yang menawan. Sayangnya, Pamela tidak pernah puas dengan kecantikan yang dimilikinya. Sebagai model, Pamela tahu pasti, penampilan syarat mutlak dalam profesi yang ditekuninya. Ia pun sangat terobsesi untuk menjadi yang tercantik.

Hal itu diungkapkan bibi Pamela, Enedida Nascimento. Menurut Enedida, sejak berusia enam tahun, Pamela memang ikut dengannya. Dan ia sangat kenal kepribadian keponakannya. Diakui Enedida, Pamela memang selalu ingin terlihat cantik dan sempurna. Operasi plastik bukanlah sesuatu yang baru bagi Pamela. Ia sudah bolak-balik menjalani bedah plastik.

Ditambahkan Enedida, keponakannya itu pernah menjalani implan payudara dan juga operasi hidung. "Dia memang terobsesi dengan penampilannya. Dia selalu menceritakan betapa gemuk tubuhnya," kata Enedida seperti dikutip dari Daily Mail.

Karena Pamela selalu merasa gemuk, ia pun sering menjalani liposuction atau sedot lemak. Sebelumnya, Pamela sudah dua kali melakukan sedot lemak. Tetapi, saat menjalani untuk yang ketiga kalinya, Pamela tidak beruntung. Nyawanya melayang di meja operasi lantaran kerusakan pada ginjalnya. penyebab kematiannya tercatat sebagai syok hipovolemik, di mana ia kehilangan darah yang banyak yang membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh.

"Tapi dia tidak memberitahu saya tentang sedot lemak ini. Jika dia mengatakannya, saya tidak akan membiarkannya," ujar Enedida lagi. Enedida melanjutkan keponakannya itu sebenarnya memiliki pengobatan untuk varises.

Enedida sangat terkejut saat pihak rumah sakit menelepon dirinya dan memberitahu Pamela meninggal saat menjalani sedot lemak. "Saya mendatangi rumah sakit untuk mengenali tubuhnya. Staf rumah sakit gemetar dan tampak gugup. Mereka meminta saya segera membawa jenazahnya dan dimakamkan," ungkap Enedida sedih.

Pamela meninggal dunia pada 19 Oktober lalu. Namun, kematiannya baru dipublikasikan pekan ini. Enedida memberitahu polisi tentang kematian keponakannya ketika sedot lemak. Polisi pun langsung membongkar makam Pamela dan menjerat dokter bedahnya, Dr Julia Yoshimura dengan tuduhan pembunuhan.

Tak hanya itu, dokter itu juga bisa dikenakan tuduhan penipuan prosedural karena polisi tidak diberitahu tentang kematian model tersebut. Padahal sertifikat kematian Pamela ditulis oleh dokter yang sama. (


Template By Fahmi Setiawan , Di Publish By Eckoo dan Yanzen